Rasukan 7 jam :: Not before I'm ready


Dengan siapapun dan dengan cara apapun kita dipertemukan kelak, aku harap semua itu melalui proses yang baik (mulai dari awal sampai dengan akhir). Dan seiring pertemuan itu semoga berkah Allah menyertai. Dan dalam tiap pertemuan yang terjadi dan dalam apa yang akan kita jalani dapat memperkuat barisan orang-orang dan pejuang-pejuang yang peduli dengan Dien ini. Aaaaaamin.

Walau keinginan hati ingin melalui ‘jalur biasa’ tapi hati ini harus siap dan kuat jika harus melalui jalur luar biasa yang Allah tunjukkan.

Insya Allah, Allah akan mempertemukan kita dengan cara-Nya yang indah..


Catatan Terakhir *)

Terjagalah dari segala maksiat, dari segala zina dan nafsu dunia yang sesat; Disatukan dalam karunia yang suci bersama jiwa-jiwa yang selalu haus akan ibadah dan penuh harga diri;

Ini bukan cerita Cinderella, bukan juga patah arang cinta buta Siti Nurbaya; tak dapat diukur, tapi bersama Allah semua pasti akan teratur; dinyatakan dalam ketulusan dari mutiara ketakwaan yang sangat mendalam; bersemi dari pupuk akhlak yang hebat, berbuah dalam kesabaran dan ketekunan yang lebat;

Tidak!! Ini tak kan dimengerti oleh hati yang penuh dengan dusta, yang buta oleh warna warni dunia yang fana; ini hanya untuk mereka yang selalu ingin luruskan keteladanan bagi generasi berikutnya; Keteladanan abadi dalam harum kasturi dan buah ibadah, dan menjadi manis seperti kurma di awal rembulan yang indah, untuk selalu berjalan dalam kesetiaan dan harapan, dan hanya mau mencium atas dasar kemurnian kita berkata cinta; karena bukan apa siapa dan bagaimana, tapi luruskanlah dalam wangi surga, karena apa sebenarnya kita berani berkata cinta..

Hingga rambut kita memutih..
Hingga ajal kan datang menjemput diri ini..

Inilah cinta sejati; cinta yang tak perlu kau tunggu, tapi dia tumbuh bersama do’a malam yang teduh; Tak tersentuh oleh mata dunia yang palsu; petunjuk yang selalu datang dari ruang para malaikat yang sanggup melihat tak kenal pekat, tak lekang oleh zaman yang kan terus melaju; tak akan habis oleh waktu; Karena kecantikannya tersimpan di hati dalam pesona yang selalu menjaga jiwa; yang menjadikan dunia menjadi surga sebelum surga yang sebenarnya; yang membuat hidup lebih hidup dari kehidupan sebenarnya;

Seperti sungai yang mengalir, bening airnya pun selalu artikan keseimbangan syair; yang satukan dua perbedaan dalam satu ikatan, untuk melihat kekurangan sebagai kesempatan dan kelebihan sebagai kekuatan; lalu saling mengisi seperti matahari dan bulan, dalam kesetiaan ruang kesholehan dan kasih sayang, bagi sejarah penutup halaman terakhir perjalanan para ksatria sastra jihad dan dakwah. Tercatat dalam untaian rahmat, berakhir dalam catatan terakhir yang mulia, digariskan hanya oleh ketetapan Allah Subhanahu wa-ta’ala.

* Thufail Al Ghifari




Dedicated to :

KITA. Aku, kamu dan mereka yang baca postingan ini. Merunjuk pada semua insan yang bermimpi sama, berpengharap sama.

* pesan dari sponsor : Jangan sampai ada yang ge er ya, kalau ada yang ge er tanggung sendiri akibatnya.. ^ ^ v

4 comments:

~eshu mengatakan...

hayyah laaa sholaaaah :D

Rani Zaoldyeck mengatakan...

sudah dong eshu chan....

enny mengatakan...

Aamin...
btw, aku geer lho ran :")

Rani Zaoldyeck mengatakan...

aaaaaamin Ya Allah..

enny, aku speechless..
kalau enny yg geer, aku mau tanggung jawab ^ ^

Posting Komentar

 
;